TANGGAL 1 Maret semestinya tidak menjadi biasa-biasa saja bagi Yogyakarta,
baik sebagai kota maupun sebagai provinsi. Ini bukan tentang hari nasional atau
seremoni basa-basi; ini tentang sebuah kota yang meraih eksistensinya melalui
pengekalan-pengekalan memori. Yogyakarta akan dibicarakan sebagai kota karena
lebih relevan secara spasial dengan apa yang akan dibicarakan selanjutnya.