Tampilkan postingan dengan label Yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yogyakarta. Tampilkan semua postingan

29 Mei 2013

Ingatan Kota dalam Monumen

Monumen SO 1 Maret, Malioboro, Yogyakarta (sumber: flickr.com)
TANGGAL 1 Maret semestinya tidak menjadi biasa-biasa saja bagi Yogyakarta, baik sebagai kota maupun sebagai provinsi. Ini bukan tentang hari nasional atau seremoni basa-basi; ini tentang sebuah kota yang meraih eksistensinya melalui pengekalan-pengekalan memori. Yogyakarta akan dibicarakan sebagai kota karena lebih relevan secara spasial dengan apa yang akan dibicarakan selanjutnya.

13 Desember 2012

Jogja sebagai Kota Seni Rupa Asia Tenggara


YOGYAKARTA sudah punya nama gemerlap dalam jagat pariwisata Indonesia dan, mungkin, secuplik dunia, sebagai kota maupun provinsi. Namun sayangnya, ia masih direduksi pantas dikunjungi sekadar karena “kekayaan budaya”. Tak heran, jika melihat iklan-iklan audio-visual yang menampilkan beberapa detik kilasan yang kiranya merepresentasikan Yogyakarta (selanjutnya disebut Jogja), maka tak diragukan lagi, yang muncul pastilah Malioboro, Kraton, adegan tari Jawa, Prambanan, dan Borobudur (yang sesungguhnya merupakan teritori Jawa Tengah).

Apa tak ada yang baru dari Jogja?