MESKI mengandung banyak kesamaan (keduanya sama-sama sendirian, namun punya sahabat baik: Manolin dan dr. Rubicondu Loachamín), latar peristiwa yang berbeda menghadirkan pengalaman berbeda bagi saya. Sepúlveda mendeskripsikan hutan Amazon dan perilaku suku Indian Shuar, sementara Hemingway berkutat pada kebiasaan-kebiasaan nelayan Kuba. Kita bisa mengetahui bahwa api akan menarik perhatian binatang di hutan (sehingga lebih baik tak menyalakan api) sekaligus mengenal kebiasaan memakan ikan mentah nelayan Kuba.
Tampilkan postingan dengan label Ja-segender. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ja-segender. Tampilkan semua postingan
14 Mei 2012
Tua sebagai Ilusi: resensi singkat dua novel
![]() |
| Diambil dari mariamarley.wordpress.com. |
DUA orang pria tua tengah berhadapan dengan kekuatan raksasa dalam jagad misterius alam. Yang seorang berkayuh di laut, yang seorang lagi menyusuri rimba dengan sepucuk pistol. Mereka adalah Santiago dan Antonio José Bolívar Proaño.
Label:
Caesar,
Ernest Hemingway,
Friedrich Nietzsche,
Goenawan Mohamad,
Ja-segender,
Lelaki Tua dan Laut,
Luis Sepúlveda,
Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta,
Renungan,
Resensi
Langganan:
Postingan (Atom)
