10 Agustus 2012

Peduli untuk Tidak Peduli

Gambar enggak relevan sama konten, hehehe. Dari http://bit.ly/MYp8iO


:: Untuk kawan-kawan yang sedang menyuntuki penerbitan majalah. Dan terutama untuk Pemrednya yang sebenarnya aku benci kepribadiannya.

SIAPA sih yang enggak pernah dibenci?

Itu sama normalnya dengan membenci. Kamu enggak pernah membenci? Oke, kamu pantas jadi santo atau santa.

Untungnya, kita dikasih Tuhan kemampuan dahsyat: enggak bisa baca pikiran orang lain. Mungkin kamu lagi dibenci, ya? Katamu begitu. Tepatnya, kamu merasa begitu.

21 Juni 2012

Bunga Batu

OLEH Sitor Situmorang

Kurasa kau tahu, lebih dari lagu
Kebisuan lebih berkata dari duka
Karena ditinggalkan ia maka setia
Pengetahuan, lama sudah membatu

20 Juni 2012

Kerja yang Bukan Main

Pieter Brueghel, "Kermesse" (www.homodiscens.com)
DULU, hiburan manusia adalah bekerja. Bekerja bersama alam. Berburu atau menatah dinding gua itu hiburan. Maju sedikit ada hiburan baru: mengecor timah dan besi cair, mencetak manik-manik, dan menempa kapak. Itu hiburan. 

Ramadan yang Dirayakan dengan Tidak Sederhana

Dari mana lagi kalau bukan Google.
YANG jelas, makin tambah tahun, ramadan semakin dirayakan dengan sederhana.

17 Mei 2012

Iklan yang Tak Usahlah Kau Pikirkan

Poster Nike: Write The Future. Tentu saja saya pilih yang Ronaldo! :D

Kapan kita memikirkan iklan? Memikirkan hal-hal selain bintangnya yang cantik dan ganteng, jinglenya yang kadang-kadang bagus, atau slogannya yang unik-provokatif.

14 Mei 2012

Tua Sebagai Ilusi: Resensi singkat dua novel II

MESKI mengandung banyak kesamaan (keduanya sama-sama sendirian, namun punya sahabat baik: Manolin dan dr. Rubicondu Loachamín), latar peristiwa yang berbeda menghadirkan pengalaman berbeda bagi saya. Sepúlveda mendeskripsikan hutan Amazon dan perilaku suku Indian Shuar, sementara Hemingway berkutat pada kebiasaan-kebiasaan nelayan Kuba. Kita bisa mengetahui bahwa api akan menarik perhatian binatang di hutan (sehingga lebih baik tak menyalakan api)  sekaligus mengenal kebiasaan memakan ikan mentah nelayan Kuba.

Tua sebagai Ilusi: resensi singkat dua novel

Diambil dari mariamarley.wordpress.com.
Catatan: tulisan ini mengandung bocoran cerita Lelaki Tua dan Laut dan Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta.

DUA orang pria tua tengah berhadapan dengan kekuatan raksasa dalam jagad misterius alam. Yang seorang berkayuh di laut, yang seorang lagi menyusuri rimba dengan sepucuk pistol. Mereka adalah Santiago dan Antonio José Bolívar Proaño.

07 Mei 2012

Natal Sunyi Kami

Tentu saja ini gambar disaring dari Google

Apakah Natal pasti berarti pergi menghadiri misa di gereja? Apakah Natal selalu berarti keluarga yang berkumpul dan bersukaria? Apakah natal selalu berarti kasih Tuhan untuk semua manusia?

03 Mei 2012

Toru


LAMPU-lampu taman menyala di tengah hujan salju. Warna merkuri yang lembut. Juga sendu. Toru berdiri di sebelah sini dan Midori di sebelah sana. Salju tetap gugur. Midori tiba-tiba berada di depan hidung Toru. Bercerita tanpa ditanya. “Dan kami pun putus.” Ia bicara tentang kekasihnya.

04 Juli 2011

Pramoedya Ananta Toer 80 Tahun: Berlomba dengan Maut

Pramoedya A. Toer dalam WPAP.
Oleh P Hasudungan Sirait dan Rin Hindryati P


PRAMOEDYA Ananta Toer sangat mendambakan anak laki-laki. Tujuh sudah anaknya dan semuanya perempuan-tiga dari istri pertama dan empat dari istri kedua. Tatkala Maemunah, istri keduanya, mengandung anak mereka yang kelima, Pram kembali mengutarakan dambaan itu. Maemunah yang tak asing dengan lagu permintaan itu-sejak kali pertama mengandung ia sudah mendengarnya-kembali menjawab serupa, "laki perempuan sama saja, yang penting sehat", walau dia tahu kini nada bicara suaminya jauh lebih sungguh. Pram tak hanya mengulang pintanya, tetapi juga berujar sesumbar: kalau yang lahir laki-laki, aku akan mengurung diri dan tak ke mana-mana sekian tahun.