HAL yang bodoh memang, mengagumi tulisan sendiri, haha, tapi nyatanya aku mengalami itu. Ini tulisan favoritku. Rasanya metafora yang dipakai di sini asyik (hasu, memuji diri sendiri!). Ini tulisan buat Arys Aditya waktu masih penyendiri dan galau melulu. Tadinya ini diunggah di FB, tiba-tiba aku ingin naikkan ke blog. Selamat baca :)
08 Oktober 2012
04 Oktober 2012
Alit Sembodo
![]() |
| Evolusi (1999), Alit Sembodo [umahseni.com] |
UANG banyak, waktu terbatas, dan aku penat. Setelah menyelesaikan satu pekerjaan yang membuatku mengurung diri di sebuah ruangan selama sebulan penuh, aku memutuskan untuk mengepak dalam ransel: dua kaos, beberapa pakaian dalam, alat mandi, dan satu buku, Nusa Jawa Silang Budaya jilid 2. Aku tak akan beranjak dari Jogja, aku hanya lelah, jadi aku pergi ke rumah peristirahatan di Jalan Cik Di Tiro. Masuk, mendaftar untuk tiga hari, lalu mematikan ponsel. Tak ada sinyal apapun yang perlu Palapa hantarkan dari kamarku ke penjuru manapun. Rasanya aku merdeka sejenak, setidaknya dari radiasi gelombang elektromagnetik.
30 September 2012
Ingin Tahu
MANTAN pacar
teman saya tiba-tiba menyapa lewat chat di Facebook. Ternyata dia ingin tanya
kepada saya, barangkali saya tahu apakah teman saya sudah punya pacar lagi. Kalaupun
ada, dia ingin tahu siapa orang itu.
26 September 2012
Apa-apa yang Ada dalam Pikiran
AKU mau menulis yang enggak penting malam ini (sebenarnya dini hari!). Tentang krimer, kopi, gula, pengocok kue, selai srikaya, selai coklat, baking powder (bahasa Indonesia-nya apa, ya?), ipod shuffle, kue bulan bentuk babi, ceret, tatakan dan tutup gelas, telur, susu kental manis, Good Day, teh Gopek Slawi, roti tawar aroma pandan, bawang putih, dan bawang merah di atas meja. Menulis yang perlu untuk menghilangkan bosan karena lihat teks terus dari siang tadi. Menulis tentang film "Dodes-ka Den" yang baru separuh ditonton. Menulis tentang...
22 September 2012
Mengapa Blog Masih Berharga?
![]() |
| Ada kalanya angka dan grafik tampak seindah karya Renoir :) |
KETIKA simpati bisa dihadirkan semudah satu klik “like” di Facebook, simpati itu lambat laun rasanya jadi kurang bermakna. Dia jadi dangkal.
Ketika penghargaan karya bisa cuma berupa satu kali retweet di Twitter, penghargaan itu sedikit kehilangan prestisenya.
Status hanyalah kuotasi yang dibaca tuntas dalam setengah menit, tweet cuma nukilan argumen yang segera dimengerti—sekaligus dilupakan—dalam 20 detik. Bahkan catatan Facebook terkadang memaksa secara halus—demi sopan santun—orang-orang yang ia tandai untuk menghamburkan simbol sukanya. Apakah seseorang yang menulis mampu puas hati dengan perhatian interim yang tak mengukur apa-apa semacam itu?
14 September 2012
Panen Buku di “Kebun Binatang” Iman
| Buku pop-up yang bisa nyala segala, wow! |
oleh Prima SW
Mencintai buku tak
lantas berarti bersedia membagi buku itu untuk dibaca banyak orang. Apakah yang
membuat seseorang tergerak membuka taman baca masyarakat?
TIBA-tiba
Iman Suligi, 62 tahun, masuk ke bagian dalam rumahnya yang berada di Jalan Nusa
Indah gang 6 No. 7, Patrang, Jember. Saat keluar, pemilik Perpustakaan Penabur
Hikmah ini membawa buku tebal berwarna hitam, “Ini buku rahasia,” katanya. Buku
itu berjudul Star Wars. Apanya yang
rahasia?
04 September 2012
Payung Teduh: Berteduh pada Sendunya Malam
| akmal.blogspot.com |
Album : Payung Teduh
Band : Payung Teduh
Rilis : 16 Desember 2010
BANYAK juga yang bilang ini: musik Indonesia tak bergerak linear ke arah kebobrokan. Saya setuju. Memang, bahwa kehadiran musik populer khas Dahsyat, Derings, dll. adalah tanda-tanda buruk. Tapi masih ada band-band bawah tanah yang memberikan optimisme jika musik memang berkembang lebih baik. Tak percaya? Dengarkanlah Payung Teduh dalam album self titled-nya.
23 Agustus 2012
Lailatul Qadar atau Nuzulul Quran?
![]() |
| http://bit.ly/NG1wUQ |
“Sejauh Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar tersangkut paut, […] terdapat tidak sedikit kebingungan di Jawa (dan Indonesia).”
DEMIKIAN tulis André Mӧller, yang lebih dikenal karena tulisan kebahasaannya, dalam buku Ramadan di Jawa: Pandangan dari Luar. Senyatanya, dua perayaan yang di Indonesia sama-sama penting ini memang hal yang membingungkan dan pantas didiskusikan.
17 Agustus 2012
Disiplin Ketat
BULAN lalu saya bertemu Ni’am.
Ni’am itu kawan saya yang tidak pantas disebut kawan. Dia
lebih tua, lebih bijak, dan terlalu serius. Dia bukan tipe yang perlu ditemui
ketika saya sedang sedih atau butuh hiburan. Satu-satunya alasan yang pantas
mendorong saya mendatanginya adalah bertanya. Kalau kamu butuh tanya (atau
dengan kata lain, berguru), mendatangi Ni’am barulah keputusan yang tepat.
10 Agustus 2012
Peduli untuk Tidak Peduli
![]() |
| Gambar enggak relevan sama konten, hehehe. Dari http://bit.ly/MYp8iO |
:: Untuk
kawan-kawan yang sedang menyuntuki penerbitan majalah. Dan terutama untuk Pemrednya yang sebenarnya aku benci kepribadiannya.
SIAPA sih yang enggak pernah dibenci?
Itu sama normalnya dengan membenci. Kamu
enggak pernah membenci? Oke, kamu pantas jadi santo atau santa.
Untungnya, kita dikasih Tuhan kemampuan
dahsyat: enggak bisa baca pikiran orang lain. Mungkin kamu lagi dibenci, ya?
Katamu begitu. Tepatnya, kamu merasa
begitu.
Langganan:
Postingan (Atom)



