Sadar tidak, sih, di serial "Upin Ipin", Meimei itu selalu disinisin sama Mail? Anehnya, mereka selalu kelihatan berdekatan. Duduk juga sebelahan. Kalau main, berdirinya juga sebelahan. Dan Mail juga suka sekali menimpali Meimei. Hahaha. (Demam karena akhir-akhir ini selalu nonton "Upin Ipin" di YouTube.)
"So I hope you see that I
Would love to love you"
—The Beatles, “If I Feel”
PERTEMUAN pertamanya dengan lelaki itu begitu puitik, membuatnya merasa bergetar. Ia bukan pencerita yang baik, tetapi ketika ia menuturkan kisah pertemuan itu pada kawannya, kawannya dapat merasai keindahan itu. Lelaki itu membuatnya merasai tremendum. Ia seolah menjadi seniman karena cinta.
Catatan: tulisan ini dibuat untuk Kolom Media Literasi.coedisi pertama, Juli 2014. Media ini belum selesai pembangunan situs webnya.
Oleh Prima S. W.
Juli ini, edisi perdana media kooperasi Literasi.co
yang dikelola Gerakan Literasi Indonesia dirilis. Dari sekian banyak portal
berita daring yang terus bertumbuhan tiap hari, apa yang membuat kami berbeda? Mengapa
kami perlu ada?
Jan,
retoris temen yah ndadak takon kabare ko. Genah-genah rong dina sepisan ngirim
WA. Nek ora ya minimal mention neng Twitter apa komen status neng FB. Jan-jane
nyong krasa nek carane dewek gole batiran mandan aneh. Biyen mbok ora patia
akrab? Siki be nek ketemu kadang mandan bingung arep ngomong apa. Biasane ya
bahas mantane ko, gebetane ko, nek ora ya kepopuleran ko neng Twitter. Hahaha.
Bangga nyong duwe kanca sing followere tekan ewon-ewon. Nyong arep telung atus
be kayane angel banget koh. Pas ngerti mention-e ko dibales simbah GM, wuah,
iri banget rasane.
Film "Sophie's World" yang diangkat dari novel Dunia Sophie.
Keluar di tahun 1999.
Dunia Sophie | Jostein Gaarder | Mizan | Cet. XVIII,
November 2006
DALAM
kamar gelap, sambil terbujur di ranjang, kadang pikiran-pikiran itu melintas:
bagaimana rupa Tuhan? Sampai di mana keluasan semesta? Apakah kita akan
sepenuhnya sirna setelah mati? Jika pada akhirnya jawaban-jawaban yang hadir
terlalu mengerikan, kadang saya memilih segera tidur.
Jauh
sebelum mengenal filsafat, ternyata kita sudah kerap berfilsafat. Seorang kawan
pernah bercerita, sewaktu duduk di kelas I SD, ia bertanya pada gurunya, “Malaikat
itu laki-laki atau perempuan?” Tak sesusah paparan dalam buku-buku, filsafat
justru keluar dari mulut anak kecil.
Hatta
dalam Alam Pikiran Yunani juga
sependapat. Dalam penjelasannya soal metode filsafat Sokrates, sesungguhnya
Sokrates tidak menyusun langkah-langkah yang rumit. Ia hanya terus bertanya, “Apakah
berani?”, “Apakah indah?”. Pertanyaan soal apa itu adalah pertanyaan anak
kecil, tulis Hatta.
Foto di sampul depan: tahanan politik di Buru sedang bersawah. Foto di sampul belakang: perjumpaan Pram dengan istri, pertama setelah 14 tahun, 21 Desember 1979. (Sumber: haryolawe.blogspot.com)
Judul : Nyanyi Sunyi Seorang Bisu jilid
I
Pengarang : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Lentera
Tahun terbit : 1995
MESKI benci untuk mengakuinya, saya sendiri adalah
bagian dari demam Pram. Tapi keadaan memang memungkinkan/memaksakan begitu. Karya-karya
Pram baru saya temui saat kuliah, ketika teman-teman juga membacai Pram. Waktu SMA
atau sebelum-sebelumnya, blas, melintas pun tak pernah nama itu.
LUPUS
itu satu tapi banyak, banyak tapi satu. Bukunya ada banyak, tapi yang kita
kenal, ya, Lupus. Mirip-mirip serial Sherlock Holmes atau Hercule Poirot. Bukunya ada banyak, tapi
kita kenal sebagai keutuhan. Lupus.
Lupus
adalah bacaan kocak sebelum era Raditya Dika dimulai. Di perpustakaan sekolah,
di taman baca, saya selalu ketemu Lupus.
Kata sampul belakangnya, Lupus sudah
terjual lebih dari 1 juta sekian-sekian eksemplar. Makin dahsyat, ditambahi
foto Hilman, sang pengarang, juga. Plus embel-embel “Jago Ngocol Seindonesia”.
Judul: La Lenteur Pengarang: Milan Kundera Terbit: 1995 Penerbit: Gallimard Bahasa: Prancis
“BUKU apa yang paling bagus?
Yang paling disuka?”
Itu pertanyaan yang suka
iseng saya lontarkan jika bertemu bibliomania. Bandung Mawardi, penulis yang jumlah
koleksi bukunya mengalahkan perpustakaan TBM Indonesia Buku, berpikir agak lama
sampai akhirnya dia jawab: buku serial Catatan Pinggir. Luar biasa, ada ribuan
buku di rumahnya, dari yang rapuh saking tuanya sampai yang masih wangi toko,
dia justru pilih karya populer.
GARA-gara
konsisten menyebut China /caina/ Metro Tv suka jadi objek guyonan. Sok Inggris.
Tapi
masalahnya tak sesederhana langgam yang sok nginggris. Pemerintah RRC ingin orang
tidak lagi sebut Cina /cina/, tapi China. Terlebih di Indonesia, sebutan Cina
bernada peyoratif. Ada orang Cina, totok maupun peranakan, yang kalau dikatai
Cina, agak naik emosinya. Tentu saja kalau yang menyebut begitu adalah orang
selain Cina.
Plato dalam tunik. Pakaian pria berupa jubah dan rok digusur oleh celana di dunia modern. Di Indonesia, yang tersisa hanya sarung.(Dok. http://www.sacred-texts.com/cla/plato/)
oleh Prima S. W.
“But
fashion was perhaps always related to power in some way or other.”—James
Siegel
FASHION mencakup busana dan pelengkapnya
tak hanya sebagai penutup tubuh. Menurut Afif Ghurub Bestari, dosen Jurusan
Pendidikan Teknik Busana, FT UNY, yang disebut fashion adalah
ketika busana membuat penampilan bergaya.