BULAN lalu saya bertemu Ni’am.
Ni’am itu kawan saya yang tidak pantas disebut kawan. Dia
lebih tua, lebih bijak, dan terlalu serius. Dia bukan tipe yang perlu ditemui
ketika saya sedang sedih atau butuh hiburan. Satu-satunya alasan yang pantas
mendorong saya mendatanginya adalah bertanya. Kalau kamu butuh tanya (atau
dengan kata lain, berguru), mendatangi Ni’am barulah keputusan yang tepat.






