29 Mei 2013

Ingatan Kota dalam Monumen

Monumen SO 1 Maret, Malioboro, Yogyakarta (sumber: flickr.com)
TANGGAL 1 Maret semestinya tidak menjadi biasa-biasa saja bagi Yogyakarta, baik sebagai kota maupun sebagai provinsi. Ini bukan tentang hari nasional atau seremoni basa-basi; ini tentang sebuah kota yang meraih eksistensinya melalui pengekalan-pengekalan memori. Yogyakarta akan dibicarakan sebagai kota karena lebih relevan secara spasial dengan apa yang akan dibicarakan selanjutnya.

14 Mei 2013

Pak Hermin

HERMINARTO Sofyan atau Pak Hermin adalah orang Rektorat semasa saya masih bergiat di organisasi kampus. Kerjanya sebagai pembantu rektor 3, sekarang disebut wakil rektor 3, yang mengatasi urusan-urusan kemahasiswaan di UNY. Saya beberapa kali bersinggungan dengan dia, datang ke kantornya, dan pernah dua kali main ke rumahnya bersama teman-teman EKSPRESI. Maret 2012 lalu jabatannya selesai. Dua periode (2004-2012) mengurusi mahasiswa tentulah bukan urusan mudah, apalagi menghadapi segerombolan anak yang selalu mau tahu dan gemar demo. Anehnya, dia tak pernah didemo. Tak pernah.

09 Mei 2013

Sebuah Pertanyaan untuk Cinta*



“Mengapa kau selalu berangkat dari kelam ke kelam
Dari kecemasan sampai ke istirahat-dalam-kecemasan”
—Conrad Aiken

DALAM cerpen itu Seno menulis, “Tiada yang lebih sendu selain wanita yang menangis karena cinta.”

21 April 2013

Bicara Lewat Suara Sendiri

Gambar oleh Nobodycorp. Internationale Unlimited
oleh Prima SW

Petani pesisir Kulonprogo membuktikan, bertani dan kemiskinan bukanlah sinonim. Ketika kemandirian mereka lewat bertani diusik tambang pasir besi yang dilegitimasi kesultanan, mereka pun bergerak. Lewat media komunitas, suara disatukan, kekuatan digalang.

03 April 2013

Meramal Masa Depan Penulis



BELUM ada satu dekade ketika para pekerja kreatif benci setengah mati pada musuh yang sama: pembajakan. Hak cipta jadi tameng untuk melindungi karya kreatif. Namun waktu berjalan begitu cepat, kini, pembajakan justru menjadi tindakan yang diharap-harapkan.

Menolak Plesir

Sejenis plesir murah nan narsistik :-P

PLESIR adalah salah satu kata serapan dari bahasa Prancis, plaisir. Artinya bisa menyenangkan (sso.), senang, atau kesenangan.

Saya yakin, dengar tema plesir, kawan-kawan yang lain akan tulis sesuatu yang berhubungan dengan perjalanan liburan ke suatu tempat yang tidak menyehari. Padahal “senang” tak mesti dicari di tempat wisata, bukan? Bahwa kemudian kita harus cari hari tertentu untuk pergi bersama keluarga ke suatu tempat yang masuknya pakai biaya, main di wahana-wahananya juga pakai biaya, lalu itu baru bisa dinamai plesir, saya kira mestinya ditolak saja.

Euforia Jatuh Cinta



:: Kepada yang menamaiku “Perempuan”

BEGITULAH manusia, selalu merindukan apa yang tak ada padanya.

08 Maret 2013

Kejatuhan


--ini kisah nyata. Kutulis khusus untuk M.

KETIKA ia jatuh dari langit dan terduduk tepat di sampingku, aku sedang selonjor di atas batu kapur yang datar, di tebing yang tak jauh dari sebuah pantai. Untunglah, meski batunya keras, setidaknya ia jatuh di permukaan rata. Walau tubuhnya tak terluka, tapi kepalanya mungkin menyerempet burung waktu melintas di langit tadi sehingga agak pusing, sebab ketika kutanya jawabnya melantur, menurutku.

07 Februari 2013

Awan yang Rajin dan Berbakti


Masa kecil saya bahagia :)
DULU di rumah ada sebuah tape merek Sony. Bapak saya tipikal yang suka membeli rekaman lagu anak-anak, dari yang kaset tape hingga CD. Satu kaset selalu diputar waktu saya kecil. Warnanya hitam, ada label berwarna oranye dengan motif batik. Tak ada judul, tak ada keterangan penyanyi. Dari umur tiga tahun, saya sebut itu kaset—meniru cara Ibu menyebutnya—kaset Chicha. Setelah saya besar, saya baru tahu itu lagu-lagu Chicha Koeswoyo.
***

28 Desember 2012

Di Bawah Pohon Kapas, di Hati dan Kenangan




RUMAHMU di bawah pohon kapas.

Sementara aku bernapas, hidup, dan merasa trenyuh, kau di sana: terlindung pualam berpahat nama, di bawah pohon kapas. Tahun ini aku berlebaran dengan baju baru, kau dengan nisan baru.