08 Maret 2013

Kejatuhan


--ini kisah nyata. Kutulis khusus untuk M.

KETIKA ia jatuh dari langit dan terduduk tepat di sampingku, aku sedang selonjor di atas batu kapur yang datar, di tebing yang tak jauh dari sebuah pantai. Untunglah, meski batunya keras, setidaknya ia jatuh di permukaan rata. Walau tubuhnya tak terluka, tapi kepalanya mungkin menyerempet burung waktu melintas di langit tadi sehingga agak pusing, sebab ketika kutanya jawabnya melantur, menurutku.

07 Februari 2013

Awan yang Rajin dan Berbakti


Masa kecil saya bahagia :)
DULU di rumah ada sebuah tape merek Sony. Bapak saya tipikal yang suka membeli rekaman lagu anak-anak, dari yang kaset tape hingga CD. Satu kaset selalu diputar waktu saya kecil. Warnanya hitam, ada label berwarna oranye dengan motif batik. Tak ada judul, tak ada keterangan penyanyi. Dari umur tiga tahun, saya sebut itu kaset—meniru cara Ibu menyebutnya—kaset Chicha. Setelah saya besar, saya baru tahu itu lagu-lagu Chicha Koeswoyo.
***

28 Desember 2012

Di Bawah Pohon Kapas, di Hati dan Kenangan




RUMAHMU di bawah pohon kapas.

Sementara aku bernapas, hidup, dan merasa trenyuh, kau di sana: terlindung pualam berpahat nama, di bawah pohon kapas. Tahun ini aku berlebaran dengan baju baru, kau dengan nisan baru.

13 Desember 2012

Jogja sebagai Kota Seni Rupa Asia Tenggara


YOGYAKARTA sudah punya nama gemerlap dalam jagat pariwisata Indonesia dan, mungkin, secuplik dunia, sebagai kota maupun provinsi. Namun sayangnya, ia masih direduksi pantas dikunjungi sekadar karena “kekayaan budaya”. Tak heran, jika melihat iklan-iklan audio-visual yang menampilkan beberapa detik kilasan yang kiranya merepresentasikan Yogyakarta (selanjutnya disebut Jogja), maka tak diragukan lagi, yang muncul pastilah Malioboro, Kraton, adegan tari Jawa, Prambanan, dan Borobudur (yang sesungguhnya merupakan teritori Jawa Tengah).

Apa tak ada yang baru dari Jogja?

11 Desember 2012

Max Lane: Pram Sejarawan Terbaik Indonesia

Max Lane: "Kalau diundang lagi, saya pilih UNY."
Sebab, katanya, guru adalah  bagian penting bagi Indonesia masa depan.
PENERJEMAH enam karya Pramoedya Ananta Toer asal Australia, Max Lane, menjadi dosen tamu selama lima pertemuan untuk mata kuliah Hubungan Internasional dan Politik Indonesia di Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta. Hari ini, 11 Desember 2012, adalah kuliah terakhir dengan tema Papua. Empat hari sebelumnya berturut-turut membahas (1) sejarah politik Indonesia, (2) politik Indonesia pra-Orba, 1960-1965, (3) politik Orba, dan (4) Indonesia di Timor Leste. Bertempat di ruang Ki Hadjar Dewantara, FIS, semua kuliah disampaikan dalam bahasa Indonesia.

09 Desember 2012

Nonton Konser itu Ibadah

David akhirnya buka baju dan kami semua berteriak, "Aaaaaaa!"
(sayang, saya lupa ini foto diambil dari URL yang mana). 

MENONTON konser secara live adalah candu. Dan candu itu makin menggila sejak pertengahan Oktober tahun ini. Setelah terpesona karena menonton Payung Teduh secara live, gratis, dan tak harus jauh-jauh ke Jakarta, Dian membawa kabar: Naif gelar konser ulang tahun pada 22 Oktober.

Payung Teduh: Pujaan yang Datang Malam-malam


Penampilan Payung Teduh dalam "Resah".

MENGENAL Payung Teduh di akhir tahun 2011, tak butuh waktu panjang untuk menyukai band ini. Tak lama berkutat dengan album pertama dan satu-satunya milik mereka yang dijuduli sama, Payung Teduh—album yang memang luar biasa—tanggal 2 Desember di tahun yang sama, extended play (EP) mereka dirilis di Coffeewar, Kemang, Jakarta. Titelnya Dunia Batas.

30 November 2012

Manusia Purba Masuk Mal

plaza-ambarrukmo.co.id


KEMARIN, saat ke Ambarrukmo Plaza, saya lihat ada banner di jalan. Kalau tidak salah tulisannya: Manusia Purba Masuk Mall. Ada gambar manusia purba yang akrab sekali karena selalu muncul di buku sejarah serta tanggal “kehadiran” manusia purba itu di Amplaz. 29 November hingga 2 Desember 2012.

29 November 2012

Literatur Bulan November

AKHIRNYA ada pameran buku di Jogja tahun ini. Selama ini—selama saya kuliah di kota ini—selalu ada pameran buku dalam setahun, minimal dua atau tiga kali. Tahun ini sepi sekali. Ketika saya mengeluh pada Gus Muh, dia bilang wajar saja, iklim buku memang sedang lesu. Kabarnya, ada mitos bahwa industri buku punya siklus; bangkit dan lesu tiap 10 tahun sekali. Sepertinya menarik ya kalau ditulis dalam laporan jurnalistik.

16 November 2012

Kalau Saya Meninggal Sebentar Lagi


KETIMBANG ingat Tuhan, saya justru lebih sering ingat mati. Terutama jika sedang di jalan raya, rasanya maut ada di mana-mana. Saya pernah dua kali mengalami kecalakaan motor, tak lama setelah keduanya, saya sempat paranoid sekali dengan kendaraan lain. Apalagi motor. Namun kalau sudah lama berlalu, saya lupa sendiri dengan ketakutan itu dan jadi gemar memacu motor lagi (walau kalau ngebut sekalipun tak ada apa-apanya dengan kadar kecepatan motor Jihan).